Jamur Tiram Dari Bisnis Budidaya Hingga Abon Jamur

Abon ikan dan daging sapi itu sudah biasa kita dengar dan konsumsi, abon yang satu ini tak kalah gurih dan lezat untuk dijadikan sebagai pengganti lauk. Selain lezat abon  ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, abon yang terbuat dari jamur putih saat sudah semakin eksis diiringi pesatnya budidaya tanaman jamur di berbagai pelosok negeri. Budidaya jamur khususnya jamur tiram putih ini semakin digeluti masyarakat, terutama karang taruna di desa-desa karena potensi ekonomi yang luar biasa. Dengan modal yang tidak terlalu besar tapi hasilnya cukup memuaskan. Tidak semua jamur bisa kita konsumsi, karena sebagiannya beracun dan membahayakan kesehatan bahkan keselamatan kita. Namun, sebagian lagi bisa kita konsumsi, bahkan mengandung nutrisi yang sangat tinggi.


Jamur tiram putih (foto: Arulk)

Banyak manfaat dari jamur bagi kesehatan yakni melindungi tubuh dari beragam penyakit dan infeksi, karena jamur banyak mengandung protein, vitamin dan mineral, asam amino, antioksidan hingga antibiotik alami. Jamur memiliki nama ilmiah “Agaricus” umum, namun untuk spesies yang berbeda namanya juga berbeda. Jamur pada dasarnya digolongkan kedalam keluarga saprophytes, organisme /tanaman tanpa klorofil yang berkembang biak dengan mengekstraksi nutrisi dari tanaman yang mati dan telah membusuk. Jamur memiliki warna yang sangat bervariasi, termasuk tekstur, bentuk dan sifat. Jamur konsumsi yang banyak kita kenal diantaanya, jamur merang, jamur kancing, jamur kuping, jamur kayu, jamur tiram putih dll. 



Jamur tiram putih (Pleurotus osteratus) mempunyai bentuk tudung menyerupai cangkang kerang dengan diameter antara 5-15 cm. Permukaannya licin dan menjadi agak berminyak ketika berada dalam kondisi lembab. Bagian tepinya agak bergelombang. Salah satu produk hasil olahan dari budidaya jamur tiram putih ini adalah abon, saat ini belum terlalu banyak pengusaha yang memproduksi abon dari hasil budidaya jamur tiram, jadi ini merupakan peluang yang sangat besar dari segi ekonomi, apalagi bila dibandingkan dengan daging atau ikan yang harga modal di pasaran yang cukup tinggi. Sebenarnya jamur tiram putih ini dapat diolah menjadi sayuran atau menu lainnya seperti pepes,namun keunggulan abon adalah sebagai makanan yang tahan lama karena merupakan bahan makanan olahan. Karena harga dan ketahanannya tersebut pengusaha rumahan yang memproduksinya menjadi abon,  Abon jamur ternyata tidak kalah dalam hal rasa dengan abon jenis lain. 

Jika ingin mencoba rasa gurihnya anda bisa mencarinya di toko-toko atau mini market karena sudah ada yang tersedia dalam bentuk kemasan, tapi kalau mau , bisa juga mencoba mengkreasikannya sendiri di rumah, agar lebih hemat dan enak tentunya. Berikut resep abon jamur tiram putih yang say kutip dari https://cookpad.com/id/resep/5969272-abon-jamur




Bahan-bahan

500 gr jamur tiram

 Bumbu halus:
   3 siung bawang putih
    5 siung bawang merah
    3 cabe japlak
    1 ruas kunyit
    1 sdt ketumbar
    1 sdt garam
    2 lbr daun jeruk
    2 sdm santan kara

    Minyak untuk menggoreng

    Bumbu sangan:
        2 sdm gula
        1/2 sdt minyak wijen (bisa skip)
        secukupnya Penyedap rasa
        Cabe bubuk (bisa skip)

Langkah

> Rebus sebentar jamur di air garam, sisihkan.. Peras jamur hingga air keluar maksimal, sy pake kain..
> Haluskan bumbu, kecuali santan. Setelah bumbu halus, lumatkan jamur hingga hancur, sy pake ulekan. Campur semua bumbu, jamur, santan, diamkan 15menit..
> Goreng ungkepan jamur di api kecil ke sedang, kira-kira 10 menit.
> Kemudian angkat tiriskan, jika sudah dingin sy peras minyak pake kain bersih. Lalu, dibiarkan di atas tissue agar minyak meresap ke tissue.


 Demikian artikel tentang abon jamur tiram ini semoga bermanfaat.





Nur Muhammad Al Amin

November 10, 2018 - tanpa komentar