Hal ini tidak mutlak sebenarnya, karena masih ada negara kuat secara ekonomi maupun politik sebenarnya berada di Eropa Timur yakni Russia. Namun rata-rata secara ekonomi politik kebanyakan negara di Eropa Timur masih jauh ketinggalan. Inilah salahsatu jawaban yang saya kutip dari seorang pegiat sosmed di jejaring sosial Quora. Jawaban unik dan cukup masuk akal serta ilmiah tentunya dari saudara Fahrizal F. Baladraf di akun Quora miliknya.
Semua itu gara-gara Black Death!
Black Death adalah band metal (maaf, bukan band metal) tapi wabah pes yang membunuh sekitar 1/3 orang Eropa di dekade 1340an. Sebelum Black Death, kondisi sosio kultural masyarakat Eropa Barat dan Timur sama saja. Namun, pasca wabah besar itu, momentum sejarah kedua wilayah memiliki ritme yang berbeda.
Pada masa itu, sistem serfdom yang feodal diterapkan di seluruh wilayah Eropa. Raja-raja didukung para bangsawan atau tuan tanah. Sebagai gantinya, raja menganugerahi lahan-lahan yang luas berikut masyarakat yang ada di dalamnya kepada para bangsawan tadi.
Para bangsawan berhak mengutip sebagian hasil panen para petani. Masyarakat bawah benar-benar ditindas oleh para tuan tanah waktu itu. Setelah Black Death menyerang, jumlah penduduk Eropa berkurang drastis. Para petani yang jumlahnya semakin sedikit, mulai berani menuntut land reform. Di sini letak perbedaan Eropa Barat dan Timur.
Menurut Acemoglu & Robinson, Land reform mulai diberlakukan di Eropa Barat, karena para petani mengadakan pergerakan yang lebih terorganisir dibanding kawan mereka di Eropa Timur. Penyebabnya, jumlah kota besar lebih banyak di Eropa Barat. Sementara, jumlah penduduk di Eropa Timur lebih sedikit dan jumlah kota besarnya jarang & letaknya berjauhan satu sama lain.
Gerakan-gerakan pro land reform di Eropa Timur mudah diberangus oleh penguasa. Suksesnya gerakan para petani menuntut reformasi lahan, mengurangi pengaruh para tuan tanah, dan membuka jalan menuju munculnya para saudagar-saudagar kaya dari sistem merkantilisme. Semangat merkantilisme inilah yang memicu munculnya semangat eksplorasi New World di Eropa Barat. Para saudagar kaya ini menentang sistem pemerintahan yang absolut karena merugikan bisnis mereka.
Akhirnya, sistem model monarki absolut perlahan-lahan mulai ditinggalkan oleh negara-negara Eropa Barat. Tercatat Inggris menjadi negara pertama yang meninggalkan model monarki absolut setelah perang saudara yang berhasil menggulingkan Raja James II di tahun 1688. Prancis menyusul seabad berikutnya. Faktor yang kedua, adalah keterlambatan dan keengganan negara Eropa Timur untuk memperkuat teknologi industri pasca revolusi industri di Inggris.
Negara seperti Rusia dan Austria menolak mengindustrialisasi negaranya karena khawatir akan munculnya pergolakan sosial di wilayah industri akibat urbanisasi. Raja Austria dan Tsar Rusia yang anti teknologi, lebih suka melihat masyarakatnya tetap menjadi wong ndeso agar mereka mudah diatur oleh negara.
Intinya, jika kita berbicara kemakmuran, kuncinya ada di pola interaksi antara entitas politik dan ekonomi. Sistem politik yang ekstraktif seperti model pemerintahan kediktatoran & absolut ini, cenderung menghasilkan sistem ekonomi yang eksklusif (menguntungkan sebagian pihak) & menghambat pertumbuhan.
Demikian ulasan ringkas mengenai perbedaan mencolok antara kawasan Eropa Barat dan negara-negara di Eropa bagian timur. Semoga bermanfaat.
Nur Muhammad Al Amin
